

Ilustrasi ayah dan anak tersengat listrik saat banjir. (Ilustrasi Ai) SITUBONDO — Intensitas hujan ekstrem yang memicu luapan sungai di wilayah Situbondo berujung maut.

Dua orang warga, Abdul Wahed (45) dan putrinya, Adinda Putri Rahayu (17), ditemukan tewas akibat sengatan arus listrik saat banjir merendam kediaman mereka di Jalan Madura, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, pada Kamis (22/1/2026).
Insiden tragis ini terjadi saat wilayah Besuki dikepung banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter lebih.
Camat Besuki, Yakup Alex Susanto, mengonfirmasi bahwa kedua korban terpapar arus listrik yang diduga bocor melalui pagar rumah mereka.

Kejadian bermula ketika Adinda hendak memeriksa kondisi luapan air di sekitar rumahnya.
Tanpa disadari, pagar besi rumahnya telah teraliri arus listrik yang berasal dari jaringan instalasi yang terendam.
Saat Adinda berteriak meminta tolong karena tersengat, Abdul Wahed secara spontan mencoba menyelamatkan putrinya, namun ia pun ikut terjerat aliran listrik yang mematikan.
“Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh pihak keluarga dan tetangga. Namun, tim medis menyatakan kedua korban meninggal dunia,” ujar Yakup saat dikonfirmasi.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Wakil Bupati Ulfiyah menyatakan duka mendalam.
Pihak pemerintah berjanji akan memberikan kompensasi dan menanggung seluruh biaya penanganan jenazah.
“Sesuai instruksi Bupati, seluruh biaya untuk kedua korban meninggal dunia akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah melalui Program Berantas Plus,” kata Ulfiyah.
Kedua jenazah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat pada Kamis siang, diiringi isak tangis keluarga dan kerabat.

Tidak ada komentar