MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Datangi Guru Ngaji, Pria Depresi di Jombang Mengamuk Bawa Sajam

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 15:20 43 Sari

JOMBANG – Suasana tenang di Dusun Budug, Desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, mendadak mencekam pada Selasa (3/2/2026) sore.

Seorang pria berinisial R (36), yang diduga kuat mengalami depresi berat, melakukan aksi nekat dengan membawa senjata tajam (sajam) dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Ketegangan bermula saat R mendatangi kediaman guru ngajinya, Solikan (60), sembari menenteng sebilah sabit. Dengan tatapan kosong dan racauan yang tidak jelas, R sempat ditenangkan oleh sang guru. Meski sempat menyerahkan sabitnya, kondisi psikologis R kembali tidak stabil. Hanya berselang singkat, ia kembali membekali diri dengan pisau dapur dan mulai melakukan aksi melukai diri sendiri (self-harm).

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengonfirmasi bahwa situasi sempat memanas saat petugas mencoba melakukan pendekatan persuasif.

“Petugas dan perangkat desa sudah berupaya membujuk secara humanis, namun yang bersangkutan justru melarikan diri sambil tetap menggenggam pisau dapur,” ujar AKP Bagus Tejo.

Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan warga setempat terpaksa melakukan tindakan cepat dan terukur untuk melumpuhkan R. Langkah ini diambil demi mencegah jatuhnya korban jiwa, mengingat kondisi R yang sangat emosional dan tidak terkendali.

Setelah berhasil diamankan, ditemukan sejumlah luka sayatan di bagian tangan dan dada R yang diduga kuat merupakan akibat dari perbuatannya sendiri.

Berdasarkan hasil koordinasi antara pihak kepolisian, Pemerintah Desa Budug Sidorejo, dan pihak keluarga, diputuskan bahwa R memerlukan penanganan medis spesialis.

Kondisi Pasien sulit berkomunikasi dan emosi tidak stabil, keputusan keluarga meminta rujukan segera ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.

AKP Bagus mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan kejadian serupa kepada otoritas setempat.

“Keselamatan bersama adalah prioritas. Kami meminta warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menghadapi situasi gangguan keamanan serupa,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x