MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Dua Remaja Digrebek Warga Saat Mesum di Kuburan, Orang Tua Malah Saling Lapor

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 12:00 54 Redaksi

JOMBANG — Insiden penggerebekan pasangan remaja yang diduga berbuat asusila di sebuah tempat pemakaman umum (TPU) di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, kini memasuki ranah hukum yang kompleks.

Kasus yang melibatkan anak seorang Kepala Desa (Kades) tersebut berujung pada aksi saling lapor antara kedua belah pihak keluarga di Mapolres Jombang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang mengonfirmasi telah menerima laporan dari kedua keluarga remaja tersebut.

Orang tua dari remaja putri, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa di salah satu desa di Kecamatan Kabuh, melaporkan remaja pria atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sebaliknya, orang tua dari remaja pria tidak tinggal diam. Mereka melayangkan laporan tandingan terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades tersebut saat proses pengamanan kedua remaja tersebut.

“Laporan sudah kami terima. Ibu dari pihak perempuan melaporkan dugaan persetubuhan atau pelecehan anak di bawah umur. Sementara itu, ibu dari pihak laki-laki melaporkan dugaan penganiayaan,” tegas Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, kepada wartawan pada Selasa (20/1/2026).

Peristiwa yang mencoreng norma sosial ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam, sesaat setelah waktu Isya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga setempat yang merasa curiga dengan aktivitas mencurigakan di area gelap pemakaman memutuskan untuk melakukan penggerebekan.

Warga mendapati pasangan yang masih berstatus pelajar SMP tersebut, yakni remaja perempuan (13) dan remaja laki-laki (14), tengah melakukan tindakan layaknya suami istri.

Ketegangan meningkat saat warga menggelandang keduanya ke rumah Kepala Desa setempat.

Warga mengaku terkejut saat mengetahui bahwa remaja perempuan tersebut merupakan putri dari pimpinan desa mereka sendiri.

“Warga baru menyadari bahwa pihak perempuan adalah anak Pak Kades setelah keduanya dibawa ke kediamannya,” ungkap seorang sumber berinisial N.

Situasi di rumah Kades dikabarkan sempat memanas. Keluarga remaja putri yang tersulut emosi diduga melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap remaja pria tersebut.

Kemarahan keluarga disinyalir dipicu oleh pengakuan sang remaja pria yang menyebutkan bahwa perbuatan asusila tersebut telah dilakukan berulang kali di lokasi yang sama.

Kini, kedua laporan tersebut tengah dalam tahap penyelidikan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk menentukan unsur pidana dari masing-masing aduan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x