MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Edukasi Literasi Digital di Jombang, Kominfo Ajak Masyarakat jadi Pahlawan Digital

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Nov 2025 04:37 72 Redaksi

JOMBANG — Edukasi literasi digital dinilai semakin mendesak di tengah derasnya arus informasi yang kian sulit dibendung. Hal ini mengemuka dalam forum diskusi lintas unsur yang melibatkan Dinas Kominfo, pengamat pendidikan, legislator Jawa Timur, dan akademisi, dalam sebuah agenda literasi digital di Kabupaten Jombang.

Diskusi tersebut menyoroti kolaborasi multi-pihak sebagai kunci untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo Jawa Timur, Putut Darmawan, menjelaskan bahwa literasi digital adalah upaya menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi publik. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif.

“Kita mengajak masyarakat menjadi pahlawan digital. Banjir informasi ini tidak bisa kita bendung, tetapi bisa kita bijaki,” tegas Putut.

Ia menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi, yaitu menentukan apa yang layak dikonsumsi, mana informasi valid, dan mana yang menyesatkan.

Kominfo Provinsi Jawa Timur juga mendorong penggunaan aplikasi cek fakta seperti Klinik Hoaks untuk membantu masyarakat memverifikasi informasi secara mandiri.

“Kami bekerjasama dengan Polda melalui badan siber untuk menangkal serangan digital maupun penyebaran informasi destruktif,” tambahnya, sembari menekankan kolaborasi dengan berbagai organisasi media untuk menjaga profesionalitas produsen informasi.

Perwakilan Dinas Kominfo Jombang, Putri, menegaskan bahwa peningkatan kecerdasan digital masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah.

“Edukasi literasi media merupakan tanggung jawab Kominfo, karena harapan kita adalah masyarakat cerdas digital yang mampu menunjang pembangunan,” ujar Putri.

Pengamat pendidikan, Muhammad Hambali, menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam menghadapi dampak negatif teknologi informasi.

“Merujuk pada Ki Hajar Dewantara, ada trinitas tanggung jawab pendidikan: orang tua, sekolah, dan lingkungan. Jika tiga unsur ini bersatu, tidak ada celah terjadinya malapetaka teknologi,” ungkap Hambali.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga kolaborasi dan kesiapan regulasi menjadi kunci dalam memitigasi risiko.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Sumardi, mengapresiasi kegiatan literasi digital sebagai upaya kolektif menjaga masyarakat dari dampak negatif ruang digital yang masif.

“Masyarakat perlu dibekali panduan, ada yang menguntungkan, ada yang membahayakan. Kita perlu memberikan lampu hijau, kuning, dan merah,” ujar Sumardi.

Ia juga menyoroti risiko digital, termasuk fenomena rekening dormant, yang berpotensi menyasar masyarakat berpendapatan rendah jika tidak dibarengi edukasi.

Terkait tantangan jurnalisme di tengah isu bisnis media, Sumardi menilai media tetap memiliki ruang besar untuk bersuara dan menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Teman-teman media sudah diberikan kebebasan untuk mengkritisi dari berbagai sisi. Ini kesempatan untuk menunjukkan profesionalitas dan peran kontrol sosial,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x