MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Lansia Tewas Bunuh Diri Loncat dari Tol Mojokerto

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Des 2025 11:42 51 Redaksi

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

MOJOKERTO – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial N (63), ditemukan tewas usai melompat dari atas jembatan Tol di Kilometer (KM) 705/700, tepatnya di Dusun Gedeg Wetan, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/12/2025).

Peristiwa bunuh diri ini segera ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Gedeg dengan tim medis dari RSUD RA. Basoeni.

Keterangan saksi menyebutkan, korban, yang merupakan warga Dusun Ngogri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi itu terlihat berjalan kaki dari arah barat di atas jembatan tol ruas Jombang–Mojokerto.

Dua orang saksi mata, Erwan Maharani (42) dan Jumari (60), melihat korban berdiri di sisi jembatan dengan gelagat mencurigakan.

Saksi sempat berusaha mencegah dan meneriaki korban agar mengurungkan niatnya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Korban kemudian langsung melompat dari atas jembatan dan tewas seketika di lokasi kejadian secara mengenaskan.

Dikonfirmasi hal itu, Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya karena frustasi permasalahan kesehatan yang dideritanya.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya sudah tiga kali mencoba bunuh diri akibat jenuh dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Upaya itu selalu berhasil digagalkan, namun hari ini korban kembali melakukannya hingga meninggal dunia,” kata Sukaren.

Anak korban, yang berada di RSUD RA. Basoeni, membenarkan bahwa tindakan tersebut merupakan keinginan murni ibunya dan menolak adanya dorongan dari pihak lain.

Atas permintaan keluarga, pihak kepolisian membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

Polisi memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada jenazah selain akibat jatuh dari ketinggian.

Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan dan pemakaman lebih lanjut. (Nanda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x