MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Perkuat Target RPJMN, Korwil 5 Perpamsi Jatim Bedah Strategi Digitalisasi dan Bisnis AMDK di Jombang

waktu baca 2 menit
Minggu, 22 Feb 2026 18:13 5 Redaksi

JOMBANG – Perumdam Tirta Kencana Jombang menjadi titik temu penguatan strategi bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum se-Jawa Timur.

Kunjungan kerja Koordinator Wilayah (Korwil) 5 PERPAMSI Jawa Timur pada Kamis (22/1/2026) ini fokus membedah transformasi digital dan ekspansi bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Pertemuan lintas kabupaten/kota ini bertujuan mengakselerasi misi nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yakni pencapaian 30 persen cakupan pelayanan air minum aman pada tahun 2030.

Ketua rombongan sekaligus Direktur PDAM Kota Kediri, Yani Setiawan, SH., MM., menyatakan bahwa Perumdam Tirta Kencana Jombang dipilih karena keberhasilannya mengembangkan unit bisnis AMDK bermerek “Tiber” serta implementasi teknologi mutakhir.

“Strategi selling point Tiber dan penerapan Internet of Things (IoT) di Jombang patut diaplikasikan daerah lain. Ini bukan sekadar bisnis, tapi upaya memperkuat daya dukung lokal untuk memenuhi target pelayanan air minum nasional,” ujar Yani.

Selain aspek bisnis, forum ini mendalami penggunaan IoT dalam tata kelola manajerial, terutama untuk: monitoring tekanan jaringan perpipaan secara real-time; penurunan Non-Revenue Water (NRW) atau menekan angka kebocoran air; dan fisiensi energi pada sistem produksi.

Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, menekankan bahwa kunci keberhasilan unit bisnis AMDK terletak pada kepercayaan publik (public trust), bukan sekadar kualitas air.

“Kami berbagi informasi mengenai strategi pemasaran, penguatan *branding*, hingga pemenuhan legalitas dan higienitas. AMDK harus dikelola secara profesional agar produk lokal mampu menjadi pilihan utama konsumen di tengah persaingan pasar,” tegas Hasyim saat mendampingi rombongan meninjau langsung alur produksi Tiber.

Rombongan yang terdiri dari direksi dan manajerial BUMD Air Minum asal Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, hingga Tulungagung ini mengapresiasi sistem pengawasan mutu di Jombang.

Integrasi antara teknologi pemantauan distribusi air bersih dengan lini produksi kemasan dinilai sebagai standar baru bagi pengelola air minum di Jawa Timur.

Melalui kolaborasi ini, Korwil 5 PERPAMSI Jatim optimistis sinergi antar-daerah akan melahirkan inovasi pelayanan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menuntut kecepatan dan keamanan konsumsi. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x