MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Rekor Baru Pertanian Jombang: LTT Padi Tembus 86 Ribu Hektare, Surplus Beras Melonjak Dua Kali Lipat

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 16:50 23 Redaksi

JOMBANG – Sektor pertanian Kabupaten Jombang mencatatkan pencapaian signifikan pada tahun 2025.

Di bawah kepemimpinan duet Warsubi–Salmanudin, Luas Tambah Tanam (LTT) padi di wilayah ini mencapai 86.701 hektare.

Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 81.251 hektare sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pertanian daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang, Much Rony, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kebijakan yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah serta tingginya antusiasme petani di lapangan.

Salah satu faktor kunci dalam lonjakan produksi ini adalah program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 3.311 hektare. Melalui modernisasi sistem irigasi perpompaan dan penyediaan sarana produksi yang memadai, Indeks Pertanaman (IP) mengalami peningkatan drastis.

“Dengan Oplah, lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam kini meningkat menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. Dampaknya sangat nyata terhadap peningkatan volume produksi,” ujar Much Rony saat memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang tahun 2025, tingkat konsumsi beras di Jombang tercatat sebesar 149.237 ton. Dengan realisasi produksi yang ada, Jombang mencatatkan surplus beras sebanyak 108.705 ton.

Angka surplus ini mengalami kenaikan lebih dari 100% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 49.342 ton.

“Capaian ini mengukuhkan posisi Jombang sebagai lumbung pangan strategis bagi Jawa Timur maupun skala nasional,” tambah Rony.

Selain faktor teknis di lahan, gairah petani didorong oleh kebijakan harga yang berpihak pada produsen. Beberapa poin utama yang memperkuat ekosistem pertanian tahun ini antara lain:

Kepastian Harga: Harga Pokok Pemerintah (HPP) gabah dipatok Rp 6.500 per kilogram.
Subsidi Pupuk: Penambahan alokasi serta penurunan harga pupuk bersubsidi.
Modernisasi: Pembentukan 17 Brigade Pangan (BP), yang merupakan jumlah terbanyak di Jawa Timur.

Brigade Pangan yang terdiri dari kelompok pemuda tani ini dibekali dengan teknologi alat mesin pertanian (alsintan) mutakhir, seperti traktor roda empat, combine harvester, hingga drone pertanian.

“Langkah ini adalah upaya regenerasi. Kami ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian saat ini bersifat modern, mekanis, dan memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan bagi generasi muda,” pungkasnya. (***)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x