MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Jalur Cangar Dibuka Terbatas Pasca Longsor

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Des 2025 11:37 44 Redaksi

MOJOKERTO – Jalur Cangar, yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu, kembali dibuka secara terbatas pada Ahad (7/12/2025) setelah sempat ditutup akibat serangkaian bencana longsor.

Pembukaan ini dilakukan menyusul kegiatan mitigasi yang dilaksanakan oleh tim gabungan lintas sektor.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi (Kasi Dalops) Unit Pelaksana Teknis Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT LLAJ) Jawa Timur, Akhmad Yazid, membenarkan hal tersebut.

“Mitigasi dilakukan pada Minggu (7/12/2025) di sepanjang jalur Pacet-Cangar, selanjutnya akan dilakukan pembukaan jalur secara terbatas,” kata dia.

Kendati demikian, Yazid menegaskan bahwa jalur tersebut memiliki potensi untuk ditutup kembali sewaktu-waktu, terutama jika terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem.

“Ditutup sementara (lagi) hingga kondisi cuaca membaik,” imbuh dia.

Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memantau informasi terkini dan waspada terhadap cuaca ekstrem.

Penutupan jalur Pacet-Cangar sebelumnya dipicu oleh peristiwa longsor besar yang dilaporkan terjadi pada Senin siang (24/11/2025).

Bencana tersebut menyebabkan jalur praktis tertutup material tanah dan batang pepohonan, yang membutuhkan waktu cukup lama untuk dibersihkan akibat akses yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Longsor terjadi akibat kondisi tebing yang labil setelah diguyur hujan deras.

Tidak berhenti di situ, titik longsor susulan dengan intensitas ringan juga dilaporkan muncul pada Kamis (27/11/2025) dan Jumat (28/11/2025), yang menutup separuh ruas jalan dan dipicu oleh hujan sedang hingga lebat.

Sebagai upaya mitigasi dan antisipasi, alat Sistem Peringatan Dini Bencana (Early Warning System/EWS) telah dipasang di beberapa titik rawan. Alat deteksi dini ini ditempatkan di Gajahmungkur, Sendi, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, alarm EWS dipasang di Rest Area Sendi, Pacet, karena pertimbangan kemudahan akses.

Alat EWS ini dilengkapi dengan tiga sensor deteksi ancaman dan berfungsi memberikan peringatan dini kepada warga serta pengguna jalan mengenai potensi bencana longsor. (Nanda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x