MENU Selasa, 14 Apr 2026
x

Strategi Disporapar Jombang Hidupkan Kembali Tirta Wisata, Bebas Kaporit dan Diskon 50%

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Mar 2026 14:13 41 Redaksi

JOMBANG – Destinasi wisata legendaris milik Pemerintah Kabupaten Jombang, Tirta Wisata, menunjukkan tren pemulihan yang impresif pasca-operasionalnya diaktifkan kembali.

Berlokasi strategis di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, objek wisata air ini langsung menjadi magnet bagi wisatawan domestik selama periode libur Lebaran 2026.

Setelah sempat vakum dalam kurun waktu yang cukup lama, pembukaan kembali (re-opening) yang dilakukan pada H+1 Lebaran ini membuahkan hasil positif.

Data menunjukkan adanya peningkatan volume kunjungan yang melampaui ekspektasi awal pengelola.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, Yudha Dewandrianto, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan reaktivasi ini terletak pada kombinasi inovasi wahana dan kebijakan harga yang kompetitif.

“Kami mengintegrasikan beberapa unsur baru untuk menarik minat publik, mulai dari wahana mandi busa hingga hiburan musik elektronik secara langsung (live music). Keunggulan kompetitif kami tetap pada kualitas air yang diproses tanpa kandungan kaporit, sehingga lebih aman dan nyaman bagi kulit pengunjung,” ujar Yudha saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa (24/3/2026).

Selain aspek fasilitas, strategi promosi melalui pemotongan harga tiket masuk (HTM) menjadi faktor determinan. Selama masa promo Lebaran hingga musim libur sekolah, pengelola memangkas tarif sebesar 50%, dari harga normal Rp10.000 menjadi hanya Rp5.000 per orang.

Performa Kunjungan dan Valuasi Ekonomi
Efektivitas strategi tersebut tercermin pada statistik kunjungan dan pendapatan harian.

Volume pengunjung rata-rata mencapai 200 hingga 300 orang per hari dalam tiga hari pertama pembukaan.

Tidak hanya didominasi warga lokal Jombang, namun meluas hingga cakupan wilayah Kediri dan Mojokerto.

Pendapatan harian mencatatkan angka rata-rata Rp1,5 juta per hari, dengan titik puncak penerimaan mencapai Rp3 juta dalam sehari.

Pencapaian ini dinilai sebagai sinyalemen positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, mengingat status Tirta Wisata yang baru saja merangkak naik dari masa penutupan panjang.

Bagi masyarakat, kehadiran kembali Tirta Wisata merupakan solusi rekreasi yang rasional di tengah kondisi ekonomi pasca-Lebaran.

Sriana (50), salah satu pengunjung asal Peterongan, menyatakan bahwa faktor aksesibilitas dan biaya menjadi pertimbangan utama.

“Kami mencari alternatif wisata yang terjangkau namun tetap berkualitas. Kondisi fasilitas yang sekarang jauh lebih bersih dibandingkan sebelumnya menjadi alasan saya membawa keluarga ke sini,” ungkapnya.

Meski mencatatkan performa gemilang di masa libur nasional, Disporapar Jombang akan menerapkan skema operasional yang terukur. Mengingat fase ini masih merupakan tahap awal transisi, Tirta Wisata direncanakan hanya akan beroperasi secara rutin pada akhir pekan (weekend) dan hari libur nasional guna menjaga efisiensi beban operasional.

Momentum Lebaran tahun ini menjadi validasi bahwa destinasi wisata berbasis aset daerah memiliki daya saing yang kuat jika dikelola dengan manajemen inovasi yang tepat dan sensitivitas terhadap daya beli masyarakat.

LAINNYA
x
x