MENU Sabtu, 07 Mar 2026
x

Degradasi Etika Birokrasi, Kadis Kesehatan Jombang Mangkir dari Audiensi Resmi

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Nov 2025 08:41 83 Redaksi

JOMBANG – Institusi birokrasi di Kabupaten Jombang kembali disorot tajam menyusul sikap tidak profesional Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang mangkir dari jadwal audiensi resmi dengan Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang.

Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk nyata degradasi etika Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghormati kemitraan antarlembaga daerah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

Menurutnya rombongan Dewan Pendidikan telah hadir di Kantor Dinas Kesehatan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Namun, Kepala Dinas Kesehatan diketahui tidak berada di tempat tanpa adanya pemberitahuan atau konfirmasi pembatalan terlebih dahulu.

“Peristiwa ini secara terang menunjukkan kurangnya etika birokrasi dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat publik, khususnya dalam relasi antarlembaga pemerintah daerah,” ujar Cholil Hasyim, Kamis (13/11/2025).

Dewan Pendidikan menggarisbawahi bahwa tindakan mangkir tanpa keterangan ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap kode etik ASN.

Pelanggaran ini menyangkut aspek tanggung jawab, penghormatan terhadap lembaga mitra, serta integritas dalam pelayanan publik.

Padahal, audiensi tersebut memuat agenda krusial terkait koordinasi lintas sektor antara pendidikan dan kesehatan. Koordinasi ini sangat vital demi peningkatan mutu layanan publik dan sinkronisasi program strategis, salah satunya melalui Gerakan Peduli Anak Sekolah (GERPAS).

“Ketidakhadiran tanpa keterangan dari pejabat yang diundang, terlebih dalam konteks koordinasi program publik, secara langsung menghambat komunikasi dan pelaksanaan program yang sejatinya bermanfaat bagi masyarakat,” lanjut Cholil.

Meskipun menyatakan kekecewaan, Dewan Pendidikan menegaskan komitmen untuk tetap menjaga kerja sama yang konstruktif dan profesional dengan seluruh instansi pemerintah di Kabupaten Jombang.

Cholil Hasyim menutup pernyataannya dengan harapan bahwa insiden ini dapat menjadi pelajaran serius bagi seluruh perangkat daerah.

“Harapannya, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua perangkat daerah agar menjunjung tinggi etika pelayanan publik, disiplin waktu, dan saling menghormati antar lembaga. Sikap profesional adalah harga mati dalam birokrasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan konfirmasi ke pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang belum membuahkan hasil. (*) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x