MENU Senin, 02 Nov 2026
x

Oknum Mengaku Wartawan Surabaya Teror Madrasah di Jombang, Langsung Pergi Usai Diberi Amplop

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 06:04 15 Redaksi

JOMBANG — Dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur diresahkan oleh aksi empat orang oknum yang mengaku sebagai wartawan asal Surabaya di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Jombang, Kecamatan Perak, Selasa (26/10/2026).

Rombongan tersebut mendatangi lokasi sejak pagi hari dengan melakukan tindakan yang dinilai memaksa serta di luar kaidah jurnalistik.

Insiden berawal sekitar pukul 07.00 WIB ketika tiga orang tersebut mendatangi pos penjagaan sekolah. Mereka memaksa untuk bertemu langsung dengan Kepala MTsN 13 Jombang, H. Musthofa.

Petugas keamanan sekolah, Supriyanto, telah mengimbau rombongan tersebut untuk menunggu karena Kepala Madrasah sedang menunaikan ibadah salat duha, memimpin rapat internal guru, dan menerima kunjungan dinas dari Dinas Perpustakaan yang menyalurkan pasokan buku.

Kendati demikian, tiga dari empat oknum tersebut menolak bersabar dan bertahan di area pos penjagaan selama beberapa jam.

“Sudah saya sampaikan bahwa Kepala Sekolah sedang memimpin salat duha dan ada agenda kedinasan, tetapi mereka tetap menunggu dan mendesak,” kata Supriyanto.

Suasana sempat memanas saat terjadi perdebatan antara rombongan tersebut dengan pihak sekolah dan wali murid yang juga berprofesi sebagai wartawan media terverifikasi Dewan Pers yang berada di lokasi.

Dihadapan wali murid tersebit, salah satu oknum mengklaim memiliki wilayah kerja peliputan skala regional Jawa Timur. Namun, bukannya melakukan konfirmasi atau peliputan program pendidikan, kedatangan mereka dinilai janggal karena hanya mempertanyakan data administratif internal, seperti jumlah siswa dari kelas 7 hingga kelas 9, yang diiringi indikasi permintaan uang. Saat ditanya nama mediaanya oknuk tersebut nampak kebingungan menjawab.

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa pendekatan dengan pola memaksa dari oknum mengaku media asal luar daerah belakangan ini kerap terjadi dan meresahkan lingkungan madrasah.

Sementara itu, satu orang lainnya dari rombongan tersebut diketahui bersiap di dalam mobil berpelat nomor polisi wilayah Surabaya pelat L yang terparkir di luar gerbang sekolah.

Ketegangan sempat memuncak saat wali murid dan pihak sekolah mendesak perihal legalitas profesi serta mengancam akan melapor ke pihak kepolisian.

Situasi kemudian mereda setelah terjadi penyerahan amplop melalui perantara petugas keamanan. Setelah menerima amplop tersebut, rombongan langsung meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan berpelat L tanpa melakukan konfirmasi berita apa pun.

Informasi yang dihimpun media ini, tiga nama oknum wartawan tersebut diduga tidak terdaftar di dewan pers dan media yang digunakan juga belum terkonfirmasi legalitas perusahannya.

LAINNYA
x
x