MENU Senin, 02 Nov 2026
x

Pasca-Kasus MTsN 13 Jombang, Dugaan Pemerasan Oknum Wartawan Menyasar SMPN 1 Perak

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 06:42 62 Sari

JOMBANG — Pasca-viralnya kasus teror di MTsN 13 Jombang, sejumlah korban lain mulai berani berbicara. Berdasarkan konfirmasi media ini, SMP Negeri 1 Perak juga menjadi sasaran dengan modus operandi serupa.

Sumber terpercaya di internal SMPN 1 Perak, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, menuturkan bahwa kedatangan oknum tersebut memiliki kemiripan persis dengan peristiwa di MTsN 13 Jombang.

“Kedatangan awal di pos satpam nanyakan Humas, setelah saya tunjukkan dianya masuk nemui (Humas). Saya tidak tahu dikasih uang apa tidak sama Humas. Kalau tidak salah sudah 2 kali ini oknum wartawan tersebut ke SMPN Perak,” ungkap sumber tersebut, Kamis (29/10/2026).

Pada hari yang sama, Humas SMPN 1 Perak, Supriyatna, memberikan konfirmasi saat dihubungi oleh redaksi media ini.

Konfirmasi tersebut berawal ketika redaksi menyampaikan tautan berita berjudul “Bikin Geram! Modus Minta Uang Rokok dan Data Siswa, Oknum Wartawan Luar Kota Teror Sekolah di Jombang” serta memaparkan kronologi kejadian di MTsN 13 Jombang (Sembung) pada Senin lalu, yang diduga berlanjut ke SMPN 1 Perak.

Menanggapi hal tersebut, Supriyatna memberikan respons singkat: “Nggeh betul pak”.

Pernyataan ini semakin menguatkan indikasi keterlibatan kelompok yang sama, yakni 3 hingga 4 orang yang mengaku sebagai wartawan asal Surabaya dengan dalih meminta data siswa.

Dampak dari fenomena ini turut meresahkan para kepala desa. Melalui grup WhatsApp “Keadilan dan Kebenaran” yang beranggotakan 142 orang, seorang kepala desa mengungkapkan keresahannya secara terbuka.

“Sekarang lagi banyak yg ngaku wartawan dari sby. Baru2 ini juga datang ke kantor desa saya dan saya tanya dari media apa? Jawabnya gabungan beberapa media. Intinya minta amplop. Saya kasih 50 rb utk 4 org. Mereka marah katanya ini utk apa. Mereka bilang gk cukup ini utk pulang ke sby,” tulisnya.

Meluasnya keresahan di tengah masyarakat ini turut memantik respons kritis dari kalangan insan pers. Melalui kolom komentar akun media sosial salah satu media online, akun atas nama DEWAN NASIONAL JAWA TIMUR menyampaikan pandangannya yang mendapat dukungan luas dari warganet.

“KALAU MEMANG TIDAK ADA BIRONya BOLEH, CUMAN YG JADI PERTANYAAN DI PUBLIK INIKAN BANYAK DARI MASYARAKAT DENGAN BAHASA AWAM WARTAWAN BODEK, GOLEK2 INI YG HARUS KITA RUBAH PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN APA INTROFEKSI DIRI BAGI SELURUH JUTNALIS, KARENA KAMI SENDIRI BANYAK MENEMUI OKNUM WARTAWAN SEPERTI ITU, KAMI PUN MIRIS MARI DI JAGA MARWAH JURNALIS SUPAYA TETAP TERHORMAD DI PUBLIK,” tulisnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih terus melakukan upaya konfirmasi lebih lanjut serta membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait.

LAINNYA
x
x