MENU Selasa, 03 Nov 2026
x

DPPKB PPPA Jombang Cetak Duta GenRe Sebagai Agen Edukasi Penekan Kenakalan Remaja

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 11:20 34 Sari

JOMBANG – Masa remaja adalah masa depan bangsa. Namun, membebaskan remaja dari pergaulan negatif tentu butuh pembekalan yang tepat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang menyiapkan para remaja pilihan melalui ajang Duta Generasi Berencana (GenRe) agar menjadi panutan (role model) dan kawan berdiskusi yang aman bagi teman-teman sebayanya.

Hasilnya pun terbukti nyata. Berdasarkan evaluasi, sekolah-sekolah yang siswanya aktif dalam kegiatan GenRe berhasil mencatatkan penurunan tingkat kenakalan remaja secara signifikan.

Menjadi Duta GenRe bukan sekadar tampil anggun atau tampan di atas panggung (catwalk). Dalam ajang ini, para peserta diuji pemahaman dan wawasan kritisnya mengenai materi-materi edukatif penting, antara lain:

Ketahanan & Kesejahteraan Keluarga: Belajar cara membangun keluarga yang kuat dan sehat sejak dini.

Program Keluarga Berencana (KB): Edukasi tentang pentingnya kesiapan matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Kreativitas & Karya: Mengarahkan energi remaja agar tetap produktif dan menghasilkan karya-karya positif.

Melalui bekal tersebut, para Duta GenRe bertugas mengedukasi sesama remaja mengenai bahaya Triad KRR (Seks Bebas, Pernikahan Dini, dan NAPZA) serta mengampanyekan usia pernikahan ideal yaitu minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Jombang, Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, menegaskan pentingnya melatih remaja agar mampu membentengi diri dan lingkungannya dari dampak negatif pergaulan.

“Banyak persoalan remaja yang kita hadapi saat ini. Nah, Duta GenRe ini bisa menjadi panutan di sekolah atau lingkungan masing-masing. Mereka menjadi rujukan, seperti inilah sosok remaja yang berpositif dan berprestasi,” ujar Dr. Ma’murotus Sa’diyah.

Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan bahwa peran para peserta tidak selesai begitu piala diserahkan. DPPKB PPPA bersama Kementerian Pembina Bangga/BKKBN telah merancang program pendampingan secara terus-menerus. Para finalis akan turun langsung ke lapangan sebagai mitra strategis pemerintah untuk menyebarkan edukasi ini.

“Mereka akan kita ajak bersinergi membawakan program-program BKKBN di lapangan. Ada pendampingan secara terus-menerus, baik dari kami maupun dari pusat,” jelas dokter senior yang akrab disapa Ning Eyik itu.

Ajang Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 ini mendapat sambutan yang sangat hangat. Sebanyak 125 peserta mendaftar dari berbagai sekolah, termasuk dari wilayah pinggiran seperti Kecamatan Ngoro. Setelah melalui tahapan seleksi ketat, tersaring 10 pasang finalis (10 laki-laki dan 10 perempuan) yang melaju ke babak final.

Pembinaan kepada ratusan remaja ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi masa depan.

“Pesan moralnya, remaja adalah masa depan bangsa. Mewujudkan Generasi Emas itu tergantung dari apa yang kita bekalkan kepada remaja-remaja ini sekarang,” pungkasnya.

LAINNYA
x
x