MENU Senin, 02 Nov 2026
x

Ekosistem Pariwisata Jombang Digenjot, Sasar Pasar Mancanegara dan Gandeng Influencer

waktu baca 5 menit
Rabu, 23 Sep 2026 12:18 36 Redaksi

JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang mulai memperluas strategi pemasaran pariwisata dengan membidik pasar yang lebih luas.

Promosi tidak lagi hanya diarahkan untuk mengenalkan destinasi kepada wisatawan lokal, tetapi juga membangun koneksi dengan industri pariwisata hingga membuka peluang masuknya wisatawan mancanegara.

Strategi tersebut dijalankan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang melalui sejumlah agenda promosi dan kolaborasi.

Setidaknya terdapat tiga agenda utama yang menjadi bagian dari upaya memperkuat pemasaran pariwisata Jombang.

Yakni Jombang Influencer Camp 2026 dengan tema Beyond The Destination, MAMPIRO Jombang Tourism Connect 2026 bertema Connecting The Tourism Ecosystem To Promote Jombang, serta MAMPIRO Jombang Inbound Tourism Famtrip 2026.

Ketiga kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda, namun diarahkan pada tujuan yang sama, yakni memperluas jangkauan promosi sekaligus membangun koneksi antara potensi wisata Jombang dengan pihak-pihak yang dapat membantu memasarkannya.

Melalui Jombang Influencer Camp 2026, misalnya, content creator dilibatkan untuk melihat dan mengemas potensi wisata Jombang dalam bentuk cerita yang lebih dekat dengan masyarakat digital.

Pendekatan ini diharapkan dapat membuat destinasi wisata tidak hanya dikenal berdasarkan nama dan lokasinya, tetapi juga memiliki cerita serta pengalaman yang dapat dibagikan kepada calon wisatawan.

Terlebih, perkembangan media sosial membuat pengalaman wisata semakin sering menjadi bagian dari pertimbangan seseorang ketika menentukan tujuan perjalanan.

Karena itu, Disporapar mendorong agar potensi wisata Jombang memiliki lebih banyak cerita yang bisa diperkenalkan melalui berbagai platform digital.

Kepala Disporapar Kabupaten Jombang, Nur Evva Maylia, mengatakan pihaknya ingin pengembangan pariwisata dilakukan secara lebih luas, tidak berhenti pada pengenalan destinasi.

“Kami ingin pariwisata Jombang tidak hanya dikenal, tetapi juga dialami, diceritakan, terhubung dengan industri, dan memiliki akses ke pasar yang lebih luas,” ucap Nur Evva Maylia, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, promosi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata. Sebab, potensi destinasi, produk ekonomi kreatif, maupun pengalaman wisata yang dimiliki daerah membutuhkan akses agar dapat diketahui oleh calon wisatawan.

Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu pendekatan yang didorong Disporapar.

Bukan hanya dengan content creator, tetapi juga dengan pelaku industri pariwisata serta jejaring yang memiliki akses terhadap pasar wisatawan.

Bangun Koneksi dengan Industri Pariwisata

Upaya memperluas pasar tersebut juga dilakukan melalui MAMPIRO Jombang Tourism Connect 2026.

Agenda dengan tema Connecting The Tourism Ecosystem To Promote Jombang tersebut diarahkan untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pariwisata.

Koneksi antara pemerintah, pelaku usaha, pengelola destinasi, industri, dan pihak lain yang berkaitan dengan pariwisata menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.

Dengan adanya koneksi antarpelaku, promosi wisata Jombang diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Potensi destinasi dapat dikaitkan dengan produk ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, maupun pengalaman wisata yang ditawarkan masyarakat.

Dengan demikian, wisatawan tidak hanya memiliki alasan untuk datang ke satu lokasi, tetapi juga memperoleh pilihan pengalaman lain selama berada di Jombang.

Pendekatan tersebut juga membuka peluang agar promosi pariwisata memberikan dampak lebih luas kepada pelaku ekonomi di daerah.

Sebab, ketika kunjungan wisata meningkat, sektor yang berkaitan dengan perjalanan wisata juga berpotensi ikut bergerak.

Mulai dari usaha kuliner, penginapan, transportasi, produk oleh-oleh, kerajinan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Mulai Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara

Tidak berhenti di pasar domestik, Pemkab Jombang juga mulai membuka ruang promosi menuju pasar internasional melalui MAMPIRO Jombang Inbound Tourism Famtrip 2026.

Agenda famtrip tersebut diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata Jombang kepada jaringan pariwisata yang berkaitan dengan pasar wisatawan mancanegara.

Konsep ini memungkinkan potensi destinasi dan pengalaman wisata di Jombang diperkenalkan secara lebih langsung.

Dengan begitu, informasi mengenai destinasi tidak hanya disampaikan melalui materi promosi, tetapi juga dapat diperkuat melalui pengalaman terhadap berbagai potensi yang ada di Jombang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar pariwisata Jombang.

Apalagi Jombang memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata religi, sejarah, budaya, alam, hingga wisata berbasis masyarakat.

Keragaman tersebut menjadi modal yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata sesuai dengan karakter pasar yang dibidik.

Tak Hanya Promosi, Dorong Wisata Edukasi

Selain memperkuat pemasaran, Disporapar juga mendorong pengembangan destinasi berbasis potensi masyarakat.

Salah satunya dilakukan di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, yang memiliki potensi wisata edukasi melalui kerajinan tenun serat alam.

Pengembangan potensi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif Universitas Kristen Petra (UK Petra) melalui Program Inovasi Seni Nusantara TA 2026.

Kolaborasi itu diwujudkan dalam kegiatan Pameran, Workshop & Fashion Show Inovasi Tenun Serat Alam dan Motif dengan tema Di Balik Lentik Jemari Perempuan Penenun Penggaron.

Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan hasil kerajinan, tetapi juga membawa cerita mengenai proses, keterampilan, serta peran perempuan penenun dalam mempertahankan dan mengembangkan produk berbasis potensi lokal.

Konsep tersebut sekaligus memberikan alternatif dalam pengembangan produk wisata.

Wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk melihat sebuah destinasi, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman dengan mengenal proses pembuatan produk lokal maupun berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi bagian dari aktivitas tersebut.

Potensi seperti ini dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi berbasis masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan produk lokal juga dapat memperkuat identitas sebuah destinasi.

Tenun serat alam dan motif yang dikembangkan masyarakat Penggaron, misalnya, tidak hanya dapat diposisikan sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari cerita wisata Jombang.

Perkuat Cerita tentang Jombang

Disporapar berharap rangkaian kolaborasi tersebut mampu memperbanyak cerita mengenai Jombang dari berbagai sudut.

Cerita tersebut dapat berasal dari destinasi, budaya, produk lokal, pelaku usaha, hingga pengalaman masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.

Dengan semakin banyak cerita yang muncul, promosi Jombang diharapkan dapat menjangkau calon wisatawan melalui berbagai kanal.

Pada akhirnya, strategi tersebut diarahkan agar promosi pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah destinasi yang diperkenalkan.

Namun juga bagaimana destinasi tersebut mampu memberikan pengalaman, memiliki cerita yang kuat, terhubung dengan industri, serta mempunyai akses terhadap pasar yang lebih luas.

“Kami ingin pariwisata Jombang tidak hanya dikenal, tetapi juga dialami, diceritakan, terhubung dengan industri, dan memiliki akses ke pasar yang lebih luas,” kata Nur Evva.

Melalui rangkaian program tersebut, Pemkab Jombang berupaya membangun pola promosi yang menghubungkan antara destinasi, masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, industri pariwisata, content creator, hingga pasar wisatawan.

Harapannya, semakin banyak potensi Jombang yang dapat dikenal di luar daerah dan pada tahap berikutnya membuka peluang kunjungan wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Dengan demikian, promosi pariwisata Jombang tidak hanya berhenti pada memperkenalkan tempat wisata, tetapi juga membawa cerita, produk, dan pengalaman lokal ke pasar yang lebih luas.

LAINNYA
x
x